Berbagi Informasi Menarik :)

Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan

7 Pasukan Khusus Yang Dimiliki Indonesia

berikut ini adalah 7 jenis pasukan elit yang dimiliki pemerintah kita Indonesia, masing - masing pasukan punya kelebihan dan keterampilan khusus, baik untuk bertahan ataupun untuk kesuksesan misi, simak berikut ini dan tentukan favorit anda


1. Korps Brimob:

Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.


2. Densus 88 antiteror:
Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.


3. Batalyon raider:
Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:

1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).


4. Kostrad Tontaipur:

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.

Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara.

Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).


5. Phaskhas TNI-AU:

Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).


6. Kopaska TNI-AL:

Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.


7. Kopassus TNI-AD:
Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.

5 Ritual Unik Untuk Medatangkan Hujan di Indonesia

Hujan merupakan pristiwa jatuhnya air dari langit ke tanah, hujan sangat penting bagi kehidupan manusia, jika musim kemaru terjadi hujan akan sangat jarang terjadi yang akhirnya menyebabkan kekeringan yang akan membawa bencana. Nah dibeberapa daerah di Indonesia ada beberapa rituay yang bisa dibilang cukup anaeh dan unik untuk mendatangkan hujan.kamu mau tahu ritual apa aja itu simak 5 ritual anah untuk mendatangkan hujan di Indonesia berikut ini.


1. Ritual Ojung Di Bondowoso
Di Bondowonso ada sebuah ritual unik untuk mendatangkan hujan ketika kekeringan terjadi ritual ini dikenal dengan nama Ojung. Tradisi ini telah di turunkan turun temurun dan sampai saat ini masih terus di gelar. Ritual Ojung diawali dari tarian Topeng Kuna dan Rontek Singo Wulung dan puncak dari ritual ini adalah Pertandingan adu pukul sebatang rotan. Peserta lelaki dewasa sejak usia 17 tahun hingga usia tua 50 tahunan. Saat wasit memberi aba-aba, pertandingan dimulai dua pemakin inipun adu tangkas memecutkan rotan. Selain untuk memohon hujan, ritual ini juga dimaksudkan untuk menolak bala bagi masyarakat desa sekitar.


2. Ritual Cowongan Kabupaten Banyumas
Ada sebuah ritual unik di Kabupaten Banyumas untuk mendatangkan hujan ritual ini bernama Cawongan yang jika diartikan oleh warga setempat artinya menghiasi wajah jadi ritual cawongan ini adalah ritual yang dengan sengaja dilakukan seseorang untuk menghias wajah, ritual ini dipercaya dapat menurunkan hujan berkat bantuan Dewi Sri yang merupakan dewi pangan yang memberikan kesejahteran bagi umat manusia, melalui doa doa yang dipanjatkan Dewi sri akan menurunkan hujan dari langit, yang boleh melakukan ritual Cowongan hanyalah kaum wanita saja menurut cerita warga setempat yang datang dan merasuk dalam properti cowongan adalah bidadari sehingga kaum laki-laki tidak boleh memegang properti itu. Desa yang sampai saat ini masih melestarikan ritual Cowongan untuk mendatangkan hujan adalah desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.


3. Ritual Unjungan
Ritual Unjungan merupakan ritual yang dilakukan masyarakt di Purbalingga dan Banjarnegara untuk mendtangkan hujan ketika kemarau tiba. Tradisi Unjunga merupakan tradisi mengadu manusia mengunakan rotan yang dilakukan oleh pria dewasa. Sebelum beradu pukul berlangsung biasanya pemain Unjungan akan menari terlebih dahulu dangan iringan musik setelah musik selesai barulah mereka beradu saling memukul mengunakan rotan. Ritual ini akan terrus dilakukan jika hujan belum juga turun namun jumlahnya dihitung secara ganjil. Apabila setelah tiga kali dilaksanakan masih belum turun hujan, maka unjungan tujuh kali begitu seterusnya.


4. Ritual Cambuk Badan Tiban
Ritula cambuk badan tibdan ini dilakukan untuk meminta hujan yang dilakukan oleh warga Desa Wajak, Boyolali, Tulungagung. Ritual ini adalah ritual adu cambuk yang dilakukan oleh pria dewasa. Dulunya tradisi Cambuk badan tiban ini dilakukan oleh Tumenggung Surotani II untuk mencari bibit prajurit yang tanguh namun seiring pergeseran zaman tradisi Cambuk badan tiban dijadikan cara untuk mendatangkan ujan bagi warga setempat, darah yang keluar akibat dari cambukan inilah yang dipercaya warga akan mendatangkan hujan.


5. Ritual Gedub Ende di Bali
Ritual Gedub Ende merupakan ritual masyarakat bali untuk mendatangkan hujan ritual ini dilakukan dengan cara mengadu dua orang dengan cara memukul dengan mengunakan rotan. Rotan disini disebut Ende sedangkan yang namanya Gedub adalah alat yang digunakan untuk mengkis rotan yang digunakan peserta. Jadi pesrta Ritual in akan mengunakan rotan dan penagkis untuk bertarung, dalam pertarungan Gedub Ende ada seorang wasit yang bernama saye. Wasit inilah yang nantinya memberikan peringatan kepada pemain yang melekukan pelangaran. Darah yang ditimbulkan dalam pertarungan Gedub Ende inilah yang diyakini warga akan mendatangkan hujan.


Misteri Jatuhnya Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100)


Sukhoi SSJ-100
Pesawat Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) buatan Rusia yang menghilang  sejak Rabu kemarin, akhirnya dapat ditemukan pada Kamis pagi (10/5/2012). Pesawat berpenumpang 45 orang, 8 di antaranya Crew pesawat, itu  menabrak tebing di seputar puncak  Gunung Salak, Bogor.
Lokasi jatuhnya pesawat berada pada koordinat 0642613 South dan 10644412 East. Dengan ketinggian 2.211 meter di atas permukaan laut,  Atau sekitar 7.253 kaki. Daerah itu termasuk wilayah Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Dari kejauhan, tebing yang ditabrak tampak berbeda dengan sekelilingnya. Sebidang tanah tampak lapang, pepohonannya rusak. Sementara, sekitarnya masih rimbun, terlihat masih hijau. Pada bidang yang ditabrak itu membentuk sebuah cerukan.
Tim SAR segera mengerahkan personil mereka ke titik itu. Helipad bekas eksplorasi geotermal Chevron dipersiapkan untuk evakuasi melalui jalur udara. Tim evakuasi melalui jalur darat diberangkatkan, sesaat setelah temuan itu diumumkan.
Tanda-tanda keberadaan pesawat na’as itu pertama kali terlihat oleh Tim SAR yang memantau lewat udara. Mereka menggunakan helikopter Super Puma FA 3214 milik TNI Angkatan Udara. Sekitar pukul 08.30 WIB, tim itu melihat serpihan pesawat yang berceceran.

Menurut laporan petugas SAR saat kejadian, Kondisi pesawat tampak hancur. Onggokan serpihan Pesawat  buatan Rusia itu terlihat di ketinggian 5.800 kaki.

"Ada serpihan pesawat dan ada logo Sukhoi. Warnanya sama dengan yang berangkat kemarin," Ungkap Kepala Badan SAR Nasional (BASARNAS), Daryatmo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. "Tempat ini persis di koordinat yang kami duga saat Kehilangan contact."

Pesawat na'as tersebut dipiloti penerbang senior Aleksandr Yablontsev dan kopilot Aleksandr Kochetkov asal rusia. Mereka sudah menerbangkan Sukhoi yang na'as itu dari Rusia, Kazakhstan, Pakistan, Myanmar. Namun, keduanya baru pertama kali menerbangkan pesawat di wilayah Indonesia.

Meski begitu, lanjut Sunaryo, sebelum melakukan penerbangan, pilot Aleksandr Yablontsev dan kopilot Aleksandr Kochetkov telah melakukan persiapan dan briefing flight. "Tapi tidak mungkin menerbangkan pesawat jika tidak melakukan prepare," kata Sunaryo dari PT. Trimarga Rekatama --Konsultan Bisnis Sukhoi di Indonesia.

Sebelum kehilangan kontak, sang pilot meminta izin untuk turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki kepada menara kontrol Bandara Soekarno-Hatta. Sunaryo mempertanyakan mengapa permintaan itu dikabulkan pada koordinat itu. "Pilot minta izin turun, tetapi diizinkan," kata Sunaryo.

Namun, dia tidak ingin menduga-duga. Sebab, Trimarga Rekatama sudah menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Kenapa terjadi, itu biar dari KNKT. Itu kewenangan dari KNKT," tukasnya.

Pihak Basarnas membantah pilot itu telah mendapat izin menurunkan ketinggian. Menurut Humas Badan SAR Nasional, Gagah Prakoso, menara Soekarno-Hatta belum memberikan izin untuk itu. "Dia hanya melapor ke ATC ke 6.000. Belum dijawab oleh tower dia menabrak, sebelum dia jawab sudah menghilang," Jelasnya.

Gagah menambahkan kecepatan pesawat kala itu 800 km/ jam. "Itu pesawat kecil," ungkap nya. Mengapa pilot meminta turun? "Itu biasanya inisiatif dari penerbang, mungkin saja karena cuaca atau kabut tebal," tambah dia.

Kontak terakhir dengan Menara Bandara Soekarno-Hatta, tambah Gagah, pesawat sedang menghindari awan. "Saya pikir karena faktor cuaca, dia akhirnya menghindar," imbuhnya. "Mereka tidak mengenal medan udara dengan baik."

Sementara, Koordinator Rescue PT Dirgantara Indonesia Bambang Munardi memperkirakan bahwa pesawat Sukhoi Superjet-100 jatuh karena masuk ruang hampa udara. Itu diduga jadi alasan pilot minta izin turun.

Bambang menjelaskan, pesawat kemungkinan masuk ruang hampa udara di ketinggian antara 10.000 kaki sampai 6000 kaki. "Turun drastis dalam waktu relatif singkat. Akan Sangat sulit untuk pesawat bertahan dalam kondisi itu," jelasnya.

Dalam kondisi seperti itu, imbuhnya, pilot pesawat harus memiliki keahlian khusus untuk menstabilkan pesawat. Selain itu, pesawat juga harus punya teknologi untuk mengatasi masalah ini. "Kami belum tahu catatan pilot dan kemampuan teknologi pesawat Sukhoi ini".

Kondisi cuaca buruk akibat badai di wilayah Laut China juga berdampak langsung ke kawasan Gunung Salak yang berkontur pegunungan. "Akibatnya sering terjadi turbulensi udara dan tersedianya ruang hampa udara. Ini sangat membahayakan penerbangan," katanya.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memfokuskan penyelidikan jatuhnya Sukhoi Superjet 100 RA-36801 pada ada-tidaknya izin untuk menurunkan ketinggian pesawat dari 10 ribu kaki ke 6.000 kaki.

"Seharusnya, kalau sudah menurunkan ketinggian pesawat, sudah dapat izin dari Air Traffic Center (ATC)," kata Kepala KNKT Tatang Kurniadi, Kamis (10/5/2012). Menurut dia, percakapan itu tidak hanya ditangkap ATC Soekarno-Hatta, tapi juga ATC Halim Perdanakusuma.

Menurut Ketua Asosiasi Pilot Garuda Stephanus Gerardus, banyak misteri yang harus dibongkar soal izin menurunkan ketinggian. Ia menduga, sedikitnya ada tiga kemungkinan penyebab jatuhnya Sukhoi Superjet 100. "Selain faktor ATC,  kemungkinan pilot sengaja melakukan demonstrasi manuver. Ini kan penerbangan promosi," ujarnya.

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab kecelakaan adalah cuaca di Gunung Salak. Namun, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca di Bogor dan Gunung Salak pada Rabu (9/5/2012), aman untuk Melakukan penerbangan.

Terganggu Sinyal HP?
Seorang penulis di Kompasiana.com, Seand Munir, membuat analisa sendiri. Kabarnya, sejumlah penumpang pesawat na'as Sukhoi itu ternyata mengaktifkan telepon seluler (ponsel) saat pesawat sedang terbang. Terbukti, kata beberapa saksi, sejumlah panggilan ke ponsel mereka ternyata tersambung namun tidak diangkat. "Padahal ini sangat tak diperbolehkan dan bisa membahayakan penerbangan," tulis Seand.

Nah, benarkah  sinyal ponsel yang masih menyala ini juga mempengaruhi penerbangan itu? Ada beberapa contoh kejadian kecelakaan pesawat akibat sinyal ponsel. Sebut saja, pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja take-off dari bandara Zurich , Swiss. Tak lama kemudian, pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Selain itu, pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo pernah melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor di bagasi penumpang lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi Pesawat.

Ada pula Boeing 747 Qantas yang tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki, justru ketika sedang final approach untuk landing di bandara Heathrow, London. Penyebabnya, seperti ditulis The Australian (23/9/1998),  tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing.

Data ASRS, tulis Seand, menyebut bahwa sinyal ponsel kerap mengganggu pesawat sejak take off hingga landing. Bebrapa mulai gangguan sinyal HP di pesawat antara lain: arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu , gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, gangguan sistem navigasi, gangguan frekuensi komunikasi, gangguan indikator bahan bakar, dan gangguan sistem kemudi otomatis.

Sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas diakibatkan oleh CD & game (Portable Electronic). Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada di bawahnya.

Kesimpulan nya, jangan pernah menyalakan ponsel ketika berada di pesawat! (HP)

Daftar Bisnis Online Yang Sudah Terpercaya

Buruan Daftar Di Sini / Join Now !!

Payout Minimum $0.01....




Payout Minimum $0.01....





$10/click





Rp.350/Klik Valid

Adsense Indonesia


Pembayaran Melalui /Payment Processor

Paypal

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Alertpay







Mengambil Hikmah dari Nyepi

Manfaat Nyepi bisa mengurangi 20.000 ton emisi CO2 di Bali. Bagaimana bila se-Indonesia?
Hari ini tanggal 23 Maret 2012, saudara-saudara kita di Bali akan melaksanakan ritual "sepi". Mereka bakal hening dan gelap (terutama di malam hari).


Bandara Internasional Ngurah Rai akan ditutup selama 24 jam, tak ada orang atau kendaraan hilir mudik di jalan raya (kecuali para pecalang dan orang-orang yang memperoleh izin khusus) di seluruh pulau.

Hari Nyepi merupakan penanda tahun baru Saka. Umat Hindu akan berpuasa mati raga dan memusatkan pikiran berdoa sepanjang hari. Puasa sehari penuh diyakini menjadi cara untuk membersihkan tubuh dari segala racun yang bersarang di tubuh. Sedangkan pendarasan doa adalah mempersiapkan jiwa menyongsong era baru.

Hanya pecalang bisa berkeliaran di Bali

Namun lebih dari itu, ada sisi lain yang bermanfaat dari tindakan mematikan lampu itu. Selama Nyepi, Bali mengurangi sekitar 20.000 ton emisi karbon dioksida.

Mengutip vhrmedia, menurut Kementerian Negara Lingkungan Hidup,jumlah emisi karbon Indonesia mencapai 1,4 juta ton. Jumlah karbon tersebut berasal dari sektor energi, deforestrasi, dan industri. Jadi bayangkan Indonesia yang lebih bersih bila kita bisa mengurangi emisi karbon sebanyak itu.

Terlepas dari perkara ritual dan perayaan agama, siapa pun sebenarnya bisa mengambil manfaat dari "gerakan sepi" ini. Pada tanggal 21 Maret 2012 sebenarnya ada himbauan untuk mematikan listrik selama empat jam sehari dari Tim World Silent Day.

Dalam sepi, mendekat pada Sang Pencipta sambil menjaga bumi
Nah, sekiranya tanggal 21 kemarin kita belum bisa berpartisipasi, mengapa tidak coba hari ini? Matikan listrik selama 4 jam dan nikmati manfaat untuk ikut menjaga bumi.
Matikan semua peralatan yang mengonsumsi listrik, kurangi penggunaan kendaraan bermotor dan aktivitas yang membutuhkan banyak sumber daya alam dan mengeksploitasi tanaman. Biarkan Bumi bernapas dengan lega.

Makanan Khas Indonesia Paling Aneh

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya, flora dan faunanya. Nah, pada makanan juga ada beberapa masakan asli suatu daerah yang merupakan masakan khas daerah tersebut, yang mungkin juga dirasa aneh dan asing didengar untuk dimakan dari orang yang berasal dari daerah yang lain.

Masakan aneh tersebut di antaranya :
  • Bothok Tawon

Makanan ini merupakan bothok dengan bahan dasar sarang tawon atau lebah. Rasanya ada yang pedas, manis dan asam segar. Bothok tawon masih bisa ditemui di daerah pedesaan jawa timur.

  • Lawar Bali

Lawar adalah makanan tradisional khas Bali yang bahannya dari daging babi, darah babi yang masih segar,parutan kelapa dan bumbu-bumbunya.Proses pengolahannya pun sangat unik yaitu daging babi yang diketek(potong2 halus) kemudian di campur dengan parutan kelapa dan bumbu khas serta yang terakhir dituangi darah segar babi untuk memberi warna merah yang membangkitkan rasa lapar. Lawar pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik upacara adat maupun upacara keagamaan, saat ini telah dijual sebagai hidangan baik di warung-warung, rumah makan bahkan hotel-hotel berbintang di Bali

  • Rujak Cingur

Sudah terlihat jelas belum bentuknya ya, hidung apa tuh :), bahan di atas adalah bahan dari rujak cingur, makanan khas kota surabaya. Cingur adalah sejenis kikil dari bagian hidung dan mulut sapi. Rujak cingur sangat enak memakai sambal petis dengan kacang tanah.

  • Soup Ceker Ayam

Kalau ini bahan dasarnya, kaki ayam, alias ceker. Gizi dan protein dari ceker ayam ini sangat tinggi.

  • Rempeyek Laron

Pernah tahu hewan yang terbang setelah hujan keluar, biasanya kita temui dekat lampu depan rumah. Namanya laron, hasil metamorfosis perubahan dari rayap kayu yang keluar setelah hujan. Oleh para penduduk, dijadikan bahan rempeyek.

  • Kelelawar Goreng Bumbu

Kelelawar goreng bumbu kecap sambal pedas, merupakan masakan khas dari manado. Mungkin di daerah lain juga ada tapi dengan bahan kelelawar buah atau codhot.

  • Ulat Sagu

Ulat sagu bisa ditemui pada pohon sagu yang sudah mati ada juga di pohon kelapa yang telah mati. Sebenarnya ulat sagu merupakan perubahan sebelum menjadi kumbang. Biasanya langsung dimakan mentah-mentah sebagai jamu dan obat kuat, khas dari papua atau NTB.

  • Tokek goreng

Digunakan sebagai jamu untuk masalah penyakit kulit. Tokek bisa kita temui hidup di rumah-rumah, ada juga yang ditangkarkan.

  • Tikus Panggang

Wah, ini tikus panggang namanya, asli dari manado punya. Ada yang sudah coba ?!?

  • Juice Cacing Tanah

Tidak dimakan mentah-mentah, cacing tanah dioleh dengan dikeringkan kemudian dijadikan serbuk sehingga nantinya bisa dijadikan juice. Merupakan resep turun temurun untuk obat dan anak yang sulit makan. Protein dalam daging cacing sangat tinggi manfaatnya.

  • Keripik Teripang

Makanan dari hewan laut seperti lintah. Mengandung protein yang tinggi. Kalau anda alergi sebaiknya dihindari.

  • Belalang Goreng

Walang goreng atau belalang goreng. Makanan ini bisa kita temui saat musimnya, banyak dijajakan warga sekitar desa gunung kidul.

  • Sate Kere

Makanan ini bisa anda jumpai di daerah solo, jawa tengah. Jangan heran koq namanya sate kere, satenya tidak ada yang dari daging, bahannya dari tempe menjos, tempe biasa, dan kikil.

  • Sate Biawak

Sate dari biawak dipercaya bisa berkhasiat untuk kejantanan para lelaki. Kalau di jawa disebut nyambik, hidup di sekitar sungai atau danau. Lemak biawak digunakan untuk minyak oles dan dagingnya untuk sate.

  • Sate Ular

Sate ular, pasti bisanya sudah dihilangkan, jadi tidak beracunlah.

  • Sate Kuda

Sate kuda, jantan seperti kuda. Patut dicoba kalau berani. Banyak ditemui di daerah jawa dan sumbawa. Ada pula susu kuda lho :)

  • Sate dan rica-rica Landak

Binatang yang mempunyai banyak bulu berjarum ini dijadikan bahan sate dan rica-rica. Dipercaya untuk obat sakit asma dan alergi kulit.

  • Sate Buaya

Bisa kita temui di daerah sumatra dan kalimantan. Buaya yang dibuat sate adalah buaya dari tangkaran.

7 Minuman Keras Asli Indonesia

Cap Tikus & Sagoer
Cap Tikus merupakan minuman keras dari Manado hasil penyulingan Sagoer. Sagoer sendiri adalah cairan yang disadap dari pohon enau dan mengandung sedikit kadar alkohol sekitar 5%. Setelah disuling dengan cara tradisional, minuman khas Minahasa ini menjadi pendorong kerja untuk kalangan petani. Namun saat ini Cap Tikus lebih menjadi sarana pelampiasan dan mabuk-mabukan. Begitu berbahayanya minuman ini hingga orang-orang tua mengingatkan agar bisa menahan atau mengontrol minum minuman Cap Tikus. Sejak dulu pula dikenal pameo menyangkut Cap Tikus, minum satu seloki Cap Tikus, cukup untuk menambah darah, dua seloki bisa masuk penjara, dan minum tiga seloki bakal ke neraka.
Tuak
Tuak merupakan minuman keras khas Indonesia hasil fermentasi dari bermacam buah. Bahan-bahan tuak biasanya beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira kelapa atau aren, legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain. Di daerah Batak tuak dibuat dari pohon aren yang mirip pohon kelapa maka sering disebut bir panjat. Bar-bar tradisional yang menyediakan tuak disebut lapo tuak. Sebenarnya tuak tersebar di begitu banyak daerah di Indonesia sehingga sering disebut dengan nama-nama lain, namun tuak di sini mengacu pada minuman hasil fermentasi dari buah yang manis. Sama seperti temannya dari Manado tuak juga sangat memabukkan dengan kadar alkohol yang lebih ringan. Di salah satu lapo tuak tertulis Segelas tuak penambah darah. 2 gelas, lancar bicara. 3 gelas, mulai tertawa-tawa. 4 gelas, mencari gara-gara. 5 gelas, hati membara. 6 gelas, membuat perkara. 7 gelas, semakin menggila. 8 gelas, membuat sengsara. 9 gelas, masuk penjara dan 10 gelas, masuk neraka.
Arak Bali
Mirip dengan tuak, arak bali merupakan minuman keras hasil fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan lain. Kadar alkoholnya 37-50%. Arak ini dari namanya saja sudah jelas berasal dari Bali dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat. Dalam upacara menghormati para dewata arak akan dituangkan ke daun pisang yang sudah dibentuk seperti tangkup dan kemudian arak akan dicpiratkan tangan kanan dengan bantuan sebuah bunga. Arak-arak untuk upacara biasanya mutu terendah karena arak terbaik akan diminum. Arak ini cukup populer juga di kalangan wisatawan di Bali dan salah satu resep cocktail yang terkenal adalah “arak attack” yaitu campuran Arak Bali dan orange juice. Meskipun banyak turis mancanegara tidak akan terkesan dengan rasa arak dibanding minuman keras dunia lainnya namun keberadaan Arak Bali jelas membantu seorang asing menikmati liburannya dan mempromosikan pulau dewata.
Sopi
Sopi adalah minuman keras asal Maluku yang dilarang di sana namun sudah sangat populer dan mendarah daging. Sopi sendiri merupakan fermentasi dari pohon aren (jadi masih bersaudara dengan minuman keras Indonesia lainnya) dan memiliki kadar alkohol diatas 50%. Pembuatan Sopi yang menghasilkan rasa khasnya adalah penambahan bubuk akar Husor dan penggunaan bambu untuk penyulingan. Para pembuat Sopi tradisional meskipun terlarang sangatlah makmur sampai bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke bangku kuliah maka ada sebutan di Maluku sudah ada orang yang menjadi profesor-profesor karena Sopi ini. Ada yang bilang rasa Sopi mirip Vodka.
Lapen
Nah minuman keras asal Yogyakarta ini reputasinya sungguh buruk. Coba saja Anda cari di google mengenai minuman ini, halaman awal akan didominasi kisah-kisah tragis penegak lapen, dari kebutaan, kelumpuhan, sampai kematian massal. Namanya pun sudah cukup sangar Lapen merupakan singkatan dari “langsung pening”. Memang cara pembuatannyapun akan membuat kita geleng kepala. Alkohol 98,5% dicampur 15 liter air mineral ditambah gula dan pemanis lainnya, didiamkan 12 jam siap untuk dikonsumsi. Anda yang jeli akan bertanya alkohol apa yang dipakai? Disitulah masalahnya karena tidak jelas maka minuman ini sering terkontaminasi Methanol yang sangat beracun (bahan kosmetik, pembersih, dll) yang akan menjadi asam di dalam tubuh dan menyerang sistem saraf terutama saraf mata. Lebih parahnya lagi di Yogyakarta para pemuda yang hilang arah sering adu keberanian dengan mencampur Lapen dengan berbagai cairan lain untuk memperkuat rasanya, dan yang kami maksud cairan bukan hanya cairan minuman tapi bisa karbol, formalin, dan bahan kimia apapun yang bisa Anda pikirkan. Tidak heran halaman demi halaman pencarian google untuk “Lapen” dihiasi obituari dan berita pengerebekan polisi.
Ciu
Ciu merupakan sebuah nama sebutan untuk minuman keras khas dari daerah Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo. Meskipun mungkin ada hubungannya tapi tidak sama dengan Ang Ciu atau arak merah Cina. Di Banyumas Ciu merupakan hasil fermentasi dari beras dengan kadar alkohol mencapai 50-90%. Di tempat ini Ciu illegal dan dengan aktif diberantas oleh pemerintah daerahnya. Di Bekonang di lain pihak, pembuatan Ciu ini didukung oleh pemerintah daerahnya, sehingga menjadi sangat populer dan dipasarkan ke seluruh Karesidenan Surakarta, Surabaya hingga Madura. Pada jaman dahulu setiap ada hajatan malamnya pasti diikuti dengan acara mabuk “Ciu Bekonang”. Ciu ini pembuatannya menggunakan tape dan ketan sehingga hasil fermentasi dari singkong tidak seperti saudaranya di banyumas. Kedua Ciu tidak berwarna, bening dan rasanya sangat kuat.
Anggur Orang Tua, Bir Bintang, Anker Beer, dan Minuman Keras Lokal Lainnya
Meskipun masih menjadi polemik dan perdebatan di kalangan rohaniawan, minuman keras produksi skala besar telah menjadi bisnis yang sangat besar. Lihat saja grup orang tua yang dari anggur kolesomnya bisa merambah hingga ke bisnis makanan lain. Bir produksi dalam negeri (yang rasanya kalah jauh dengan bir luar negeri) juga populer di kalangan masyarakat kecil. Minuman-minuman itu ada di daftar ini hanya karena mereka dibuat di Indonesia meskipun kecil nilai tradisinya.

Mantan Analis CIA Jatuh Cinta pada Indonesia

Nama Claire Holt mungkin tak banyak yang tahu, meski sesungguhnya ia menjadi salah satu orang yang mengenalkan Indonesia ke dunia barat. Bukunya Art in Indonesia terbitan 1967 begitu mendunia dan termasuk panduan di masa tersebut untuk mengenal negeri ini.
Siapakah Claire Holt? Perempuan kelahiran Latvia pada 1901 ini semula adalah jurnalis untuk koran New York World mulai 1928 sampai 1930.

Tahun 1930, Claire tiba di Hindia Belanda (nama kolonial untuk Indonesia) untuk belajar menari, ia sangat tertarik pada berbagai tampilan tari nusantara. Kala itu, ia juga bekerja pada seorang antropolog berkebangsaan Belanda, Willem Stutterheim.
Dari Willem, Claire mempelajari banyak hal tentang aneka tarian nusantara dan interaksi lebih intensif dengan masyarakat etnik di Hindia Belanda. Ia memperoleh banyak sekali bahan untuk ditulis dan pemahamannya tentang seni dan budaya di Nusantara pun semakin meningkat. Bahkan kemudian ia menjadi rujukan banyak peminat seni dan etnik nusantara, seperti Rolf de Mare, pengarsip seni dan tarian.
Tak lama kemudian, tepatnya pada 1940, Claire balik ke AS dan ia membantu berbagai riset serta analisa yang dilakukan oleh Margaret Mead. Mereka berdua bekerja untuk ‘Office of the Strategic Service (OSS)’ yang merupakan cikal bakal ‘Central Inteliigence Agency’ (CIA). OSS merupakan organ pemerintah AS yang dibentuk untuk menganalisa berbagai peristiwa dan situasi di seluruh dunia, termasuk liku-liku di Asia tenggara.
Claire cukup lama di OSS, walau ia tak secara langsung bersentuhan dengan kebijakan-kebijakan sensitif yang dikeluarkan kantor tersebut. Bahkan pengetahuannya yang luar biasa, kemudian membawanya masuk ke lingkungan departemen luar negeri AS.
Claire menjadi rujukan bagi banyak analis-analis OSS, terutama terkait pemahaman terhadap keseharian masyarakat etnis dan kebudayaan yang berbeda di Asia Tenggara. Namun, pada tahun 1953, Claire memutuskan tak lagi bekerja untuk pemerintah AS karena ia melawan prinsip keamanan dalam negeri McCartyisme.
McCartyisme adalah paham yang sempat "menakutkan" banyak orang di Amerika Serikat, karena dengan mudah menuduh orang dengan cap komunis. Paham ini hasil kreasi Joseph McCarty, seorang senator dari Wisconsin.

Claire kemudian lebih memilih mengajar di Universitas Cornell dan pada tahun 1962, serta membantu suami-istri George McT Kahin dan Audrey Kahin mendirikan ‘Modern Indonesia Project’. Berbagai tulisannya bisa dijumpai di jurnal-jurnal internasional. Umumnya, tulisan-tulisan itu tentang Indonesia.

Perempuan yang berjasa pada pemetaan seni dan budaya Indonesia ini wafat pada tahun 1970, setelah tiga tahun karyanya tentang seni dan budaya Indonesia terbit.
Sumber: Asosiasi Tradisi Lisan (Rosdiansyah)
 
Powered By Blogger

submit to reddit