Berbagi Informasi Menarik :)

Tampilkan postingan dengan label article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label article. Tampilkan semua postingan

10 Kebiasan Buruk Pria dalam Kesehatan

Berikut ini 10 daftar kebiasan buruk pria bagi kesehatan
1. Minum Minuman Keras. Meskipun haram dalam beberapa agama, namun masih banyak yang melakukan. Bahkan pada tahap tertentu seseorang akan sangat tergantung pada minuman keras. Di negara-negara yang membolehkan minuman keras beredar, kebiasan mabuk seolah menjadi tradisi dan sering melupakan dampak jangka panjang terhadap kesehatan. Alkohol berhubungan dekat dengan kematian dalam banyak kasus selain bisa menyebabkan obesitas dalam waktu cepat.
2. Menghindari Dokter Penelitian Charity Men’s Health Forum menunjukkan pria 20 persen lebih sedikit daripada wanita dalam hal mengunjungi dokter jika mereka sakit. Mengunjungi dokter bagi para pria adalah pengalaman yang tidak menyenangkan.
3. Malas melakukan Check Up Sama seperti mengunjungi dokter, melakukancheck upterhadap gejala penyakit adalah hal yang menyebalkan. Para Pria takut, tak mau mengetahui penyakit dan bingung apa yang harus dilakukan jika melakukan cek medis.
4. Menyimpan masalah Secara umum, pria sangat jarang berbicara tentang perasaan mereka dibanding para wanita. Mereka sulit mengekspresikan emosi atau sekedar meminta dukungan dalam sebuah masalah. Karena faktor ini para pria lebih rentah terserang depresi dibanding wanita, dan sekitar 77 persen dari yang depresi ingin mengakhiri hidupnya. Memendam kemarahan sama dengan merugikan kesehatan pria itu sendiri
5. Stres dalam bekerja Sama sama memiliki tekanan dalam bekerja, namun menurut survei oleh Medicash terhadap 3.000 pekerja, Pria empat kali lebih banyak izin sakit karena stress dibanding pekerja perempuan. Stres dalam pekerjaan bisa berakibat buruk ke jantung dan stroke. Sangat penting untuk mencari cara mengurangi stres para pria dalam pekerjaan
6. Mandi Air Panas Banyak pria ingin bersantai dengan sering berendam air panas. Peneliti dari University of California menemukan bahwa air panas dapat dengan signifikan menurunkan kesuburan pada pria. Sperma berkembang baik di lingkungan yang dingin, sehingga harus dihindari panas di daerah ini termasuk mandi air panas di jacuzzi atau menggunakan laptop di atas paha.
7. Tidak pernah memakai tabir surya. Kanker kulit adalah jenis kanker yang sering ditemui di Inggris dan pria dalam studi adalah pasien terbanyak. Dalam penelitian 52 persen wanita rajin menggunakan tabir surya dibandingkan pria yang hanya 37 persen. padahal pria melakukan aktivitas luar lebih banyak dibandingkan para wanita
8. Kamar mandi yang tidak higienis Apakah para pria mencuci tangan setelah dari kamar mandi? menurut sebuah studi dari assosiasi sabun dan deterjen di Amerika, satu dari tiga pria tidak melakukannya. Lebih jauh, sebuah study di Inggris menyebutkan hanya satu dari tiga pria yang mencuci tangan menggunakan sabun. Tidak mencuci tangan adalah permulaan dari infeksi, jamur dan penyakit lainnya.
9.Tidak gosok gigi! Dalam sebuah studi oleh asosiasi dokter gigi Amerika, hanya 66 persen dari para pria yang sikat gigi dua kali atau lebih dalam sehari. Bandingkan dengan wanita yang mencapi 86 persen. Selain itu dalam penelitian yang sama, wanita dua kali lebih rajin rutin memeriksakan giginya dibanding para pria.
10. Sering makan 'fast food' Fast food menjadi budaya di beberapa negara. banyak diantara kita yang bertambah berat badan secara drastis akibat konsumsi fast food berlebihan, sebagian besarnya adalah pria. Dalam survei oleh Pew Research Center, 47 persen pria setidaknya makan fast food sepekan sekali sedang wanita hanya 35 persen diantaranya

Evolusi Mahasiswa


Manusia selalu berubah. Seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman yang didapatkan, serta perubahan lingkungan, manusia selalu membuat perubahan-perubahan dalam hidupnya agar lebih baik. Salah satu tahap dalam hidup manusia yang penuh dengan perubahan adalah saat mereka kuliah. Selain jadwal yang selalu berubah setiap semesternya, mahasiswa pun berevolusi, seiring dengan lamanya mereka berada di kampus.
Setelah melakukan penelitian intensif selama bertahun-tahun, MBDC pun menemukan pola evolusi yang paling umum diikuti oleh para mahasiswa di Indonesia. Inilah dia.

Tingkat 1

Pas tingkat 1, biasanya mahasiswa masih adaptasi sama lingkungan dan orang-orang baru, biasanya pakaiannya lumayan rapih, biar pencitraannya bagus gitu, apalagi di hadapan lawan jenis. Dan karena ketemu temen-temen baru, masih suka jaim, belom ketauan belang-belangnya. Tingkat 1 adalah waktu untuk membangun pencitraan.
Kalo soal kuliah, biasanya masih semangat-semangatnya. Semua buku dibawa, dari buku wajib (yang asli impor, harganya 500 ribu), buku suplemen dari perpus, catetan, dan laptop. Kalo ada asistensi/tutor/lab jam 7 malem pun pasti dijabanin. Tugas? Pastinya dikerjain banget!

Tingkat 2

Di tingkat 2 ini biasanya lagi betah-betahnya di kampus, tapi bukan buat kuliah. Setelah mengerti trik-trik ampuh titip absen dan cabut kuliah, anak-anak tingkat 2 ini mulai menyadari kalo kuliah cuma masuk kelas doang itu nggak asik. Mereka mulai aktif di organisasi, ikut kepanitiaan acara ini itu, gabung di perkumpulan mahasiswa, masuk klub olahraga kampus, ikut seminar dll.
Biasanya mereka dateng pagi ke kampus. Terus setor muka sama absen di kelas sebentar, abis itu mulai sibuk rapat, team building, seminar ini itu. Penampilan juga udah nggak serapih tingkat 1. Udah mulai akrab sama temen-temen baru, gebetan juga udah dapet, jadi mulai cuek. Biasanya ke kampus pake kaos yang ada logo universitasnya gitu.

Tingkat 3

Di tingkat 3, biasanya udah jarang keliatan di kampus. Bukan karena bolos, tapi jadwal kuliah biasanya udah nggak sepadet 2 tahun pertama. Kalo dulu bisa tiap hari masuk, sekarang bisa cuma 3-4 hari ada kelas. Akibatnya, pas tingkat 3 ini jadi lebih sering jalan-jalan ama seneng-seneng ketimbang kuliah. Karena itu, biasanya pakaiannya lebih cocok buat ke mall daripada ke kampus.
Karena jadwal yang lowong ini, masuk kelas biasanya cuma selewat aja. Anak tingkat 3 dateng pagi/siang pas ada kelas, abis selese kelasnya langsung cabut ke tempat lain. Kepanitiaan dan organisasi juga udah nggak se-intense tingkat 2. Karena udah senior, jabatan yang dipegang juga lebih tinggi. Jadi kerjaannya udah nggak ribet waktu masih jadi staf biasa.

Tingkat 4

Tingkat 4 identik dengan skripsi atau tugas akhir. Dan segala aspek kehidupan mahasiswa di tingkat 4 ini, semuanya dipusatkan ke skripsi tersebut. Walaupun kelas tinggal 1 atau bahkan enggak ada, mereka tiap hari nongol di kampus, entah ngetik di perpustakaan ditemani dengan 2 buku yang dibuka plus beberapa fotokopian jurnal atau ngejar-ngejar dosen pembimbing.
Gizi mahasiswa tingkat 4 ini biasanya juga buruk, karena stress mikirin skripsi. Muka-mukanya biasanya beler gara-gara kurang tidur ato bete gara-gara skripsinya abis diacak-acak sama dosen pembimbing. Mahasiswa tingkat 4 juga biasanya nggak punya kehidupan sosial yang aktif.

Tingkat 5 (dan seterusnya)

Kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Di dunia kuliah pun sama. Setelah 4 tahun berjuang keras supaya bisa lulus cepet, ternyata ada aja hal yang bisa menghalangi. Dari ada kelas yang nyangkut, atau dosen pembimbing sensi sama kita, jadinya nggak dilulus-lulusin. Dengan terpaksa, ada beberapa mahasiswa yang harus berevolusi ke mahasiswa semester 9 (dan seterusnya)
Jenis yang satu ini banyak ragamnya. Ada yang makin jarang ke kampus karena sibuk sama kerjaan lain (atau udah bodo amat sama kuliahan). Ada yang masih rajin ke kampus karena masih banyak kelas yang belom lulus. Ada juga yang nyangkut di perpustakaan, berusaha keras buat nyelesein tugas akhir yang susahnya setengah mati. Ada juga yang gak jelas ngapain, tapi tiap hari ke kampus, dianggap tetua, trus hobinya gangguin anak-anak tingkat 1. Walaupun jenis ini beraneka ragam, mereka punya sebuah kesamaan, yaitu sebuah alergi pada 2 kata : "Kapan lulus ?"

Mengenal Team Elite S.W.A.T



S.W.A.T (Special Weapon and Tactics) adalah unit taktis elit paramiliter di departemen penegakan hukum Amerika serta beberapa departemen kepolisian asing. Mereka dilatih untuk melakukan operasi yang berisiko tinggi yang berada di luar kemampuan petugas biasa.

Tugas anggota tim S.W.A.T meliputi: menyelamatkan sandera dan melakukan operasi kontra-terorisme; melayani penangkapan risiko tinggi dan waran pencarian; menundukkan barikade tersangka, dan terlibat kriminal bersenjata berat.

Tim SWAT sering dilengkapi dengan senjata api khusus termasuk submachine guns, assault rifles, breaching shotguns, riot control agents, stun grenades, dan sniper rifles. Mereka memiliki perlatan spesial tetap termasuk heavy body armor, ballistic shields, entry tools, armored vehicles, advanced night vision optics, dan motion detectors untuk secara diam-diam menentukan posisi sandera atau penyandera di dalam struktur tertutup.

Tim S.W.A.T pertama didirikan oleh inspektur Daryl Gates di Departemen Polisi Los Angeles pada tahun 1968. Sejak itu, banyak departemen polisi Amerika dan Kanada, terutama di kota-kota besar dan di tingkat negara federal dan-pemerintah, juga membentuk unit sendiri elit di bawahnya terlepas dari nama resmi mereka, yang disebut secara kolektif sebagai tim S.W.A.T dalam penggunaan sehari-hari.

 
Powered By Blogger

submit to reddit